Jumat, 27 September 2013

Batavia Digital: Melihat Kembali Jakarta Tempo Doeloe



Batavia atau Batauia adalah nama yang diberikan oleh orang Belanda pada koloni dagang yang sekarang tumbuh menjadi Jakarta, ibu kota Indonesia. Batavia didirikan di pelabuhan bernama Jayakarta yang direbut dari kekuasaan Kesultanan Banten. Sebelum dikuasai Banten, bandar ini dikenal sebagai Kalapa atau Sunda Kalapa, dan merupakan salah satu titik perdagangan Kerajaan Sunda. Dari kota pelabuhan inilah VOC mengendalikan perdagangan dan kekuasaan militer dan politiknya di wilayah Nusantara. Nama Batavia dipakai sejak sekitar tahun 1621 sampai tahun 1942, ketika Hindia-Belanda jatuh ke tangan Jepang.
Nama Batavia diambil dari nama suku. Batavia sebuah suku Germanik yang bermukim di tepi sungai Rhein pada zaman Kekaisaran Romawi. Bangsa Belanda dan sebagian bangsa Jerman adalah keturunan dari suku ini.
Batavia juga merupakan nama sebuah kapal layar tiang tinggi yang cukup besar buatan Belanda (VOC), dibuat pada 29 Oktober 1628, dinahkodai oleh Kapten Adriaan Jakobsz. Tidak jelas sejarahnya, entah nama kapal tersebut yang merupakan awal dari nama Batavia, atau bahkan sebaliknya, pihak VOC yang menggunakan nama Batavia untuk menamai kapalnya. Kapal tersebut akhirnya kandas di pesisir Beacon Island, Australia Barat. Dan seluruh awaknya yang berjumlah 268 orang berlayar dengan perahu sekoci darurat menuju kota Batavia ini (Sumber: http://bataviadigital.pnri.go.id/tentang/).
Itulah sekilas sejarah tentang Batavia yang kini dikenal dengan nama Jakarta. Jika anda ingin melihat Jakarta tempo doeloe, anda bisa memanfaatkan pranala Batavia Digital yang ada di website Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Batavia Digital memuat informasi yang cukup lengkap tentang sejarah Batavia,informasi tentang Batavia termuat dalam foto, lukisan, peta, iklan, nama tempat, profil tokoh, kisah bersejarah, bibliografi, dan surat kabar yang pernah ada di Batavia. Batavia Digital dapat anda jadikan referensi informasi yang cukup lengkap tentang Jakarta tempo doeloe.
Selain Batavia Digital, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) memiliki pranala-pranala lain yang menarik, antara lain Perpustakaan Digital Nasional Indonesia, Pusaka Indonesia, Arsip Web, Candi-candi di Indonesia dan masih banyak lainnya. Jika anda tertarik, segera kunjungi website Perpusnas, dijamin anda tidak akan rugi. Mari berkunjung ke perpustakaan meski online dan tidak setiap hari. Semoga bermanfaat.

Salah Satu Foto koleksi Batavia Digital, Balai Kota Batavia tahun 1710




















Website Perpusnas : http://www.pnri.go.id/

Kamis, 14 Maret 2013

Kamu dan Duniaku



Kata orang ketika aku pergi,
Kamu  ada menanti
Kata orang ketika aku jauh
Kamu  ada mendekati
Kata orang ketika kamu terjatuh
Kamu ada mengobati
Kata orang ketika aku gelisah
Ada kamu menemani
Kata orang ketika aku resah
Ada kamu datang
Menghiburku
Dengan canda yang tak biasa
Yang tak pernah membuatku resah

Yogyakarta 2011

Rabu, 13 Maret 2013

Menanti di Ujung Dermaga




Semalam aku menunggumu, mengharapkanmu datang di pelabuhan itu
Pukul 7.15 seperti janji kita,
Terlewati tanpa dirimu, berlalu hingga datang mentari menyambutku
Aku lelah dalam dermaga dingin menusukku
Waktu beranjak hilang, hingga matahari mulai tenggelam,
Entah kau, tak pernah kembali dengan secercah senyuman,
Pukul 7.15 seperti janji kita,
Aku sendiri, diam menantimu di dermaga itu,
Bersama nyiur pantai aku menunggumu
Dalam kegelapan yang membius ombak
Membuatku ngilu tak bertulang
Pukul 7.15 seperti janji kita,
Seperti ombak yang hilang menghantam karang,
Kau hilang tak berjejak olehku
Yogya, 14 Februari 2012